Misterius! Negara Buddhis Minim Dampak Fatal COVID-19 oleh - ajaranbuddha.xyz

Halo sahabat selamat datang di website ajaranbuddha.xyz, pada kesempatan hari ini kita akan membahas seputar Misterius! Negara Buddhis Minim Dampak Fatal COVID-19 oleh - ajaranbuddha.xyz, kami sudah mempersiapkan artikel tersebut dengan informatif dan akurat, silahkan membaca

Bhagavant.com,
Bangkok, Thailand รข€" Tahukah Anda, hingga sekarang tingkat kematian akibat wabah COVID-19 di negara-negara berpenduduk mayoritas Buddhis cenderung minim?

Misterius! Negara Buddhis Minim Dampak Fatal COVID-19
Bendera Buddhis. Foto: YouTube

Wabah COVID-19 yang melanda dunia sejak akhir tahun 2019 lalu hingga sekarang (11/7/2020) telah merenggut 551.046 kehidupan dari seluruh dunia. Di Indonesia sendiri korban meninggal telah mencapai 3.469 orang.

Namun, salah satu misteri dan teka-teki dari pandemi global tersebut terletak di negara-negara yang sebagian atau sebagian besar berpenduduk Buddhis (memeluk Agama Buddha) dari seluruh populasi penduduk beragama di negara itu.

Negara-negara seperti Kamboja, Laos, Myanmar, Thailand, Sri Lanka, Bhutan, Mongolia, dan Vietnam cenderung minim korban meninggal.

Thailand dengan 94,5% Buddhis dari 69,7 juta penduduknya mengklaim hanya 58 kematian dari 3.202 kasus dan tidak ada penularan lokal dalam lebih dari 40 hari

Myanmar (Birma) dengan 87,9% Buddhis dari 53,7 juta penduduknya mengklaim hanya 6 kematian dari 317 kasus.

Kamboja dengan 97,9% Buddhis dari 16,25 juta penduduknya mengklaim tanpa kematian (0 kematian) dari 141 kasus.

Laos dengan 66% Buddhis dari 7 juta penduduknya mengklaim tanpa kematian (0 kematian) dari 19 kasus dan tidak ada penularan lokal sejak April.

Bhutan dengan 74,8% Buddhis dari 754 ribu penduduknya mengklaim tanpa kematian (0 kematian) dari 80 kasus yang dikonfirmasi.

Sri Lanka dengan 70,2% Buddhis dari 21,6 juta penduduknya mengklaim 11 kematian dari 2.454 kasus yang dikonfirmasi.

Mongolia dengan 53% Buddhis dari 3,1 juta penduduknya mengklaim tanpa kematian (0 kematian) dari 227 kasus yang dikonformasi.

Vietnam dengan mayoritas 12,2% Buddhis (jika pemeluk tradisional tidak diikutsertakan) dari 27% penduduk yang beragama di negara komunis tersebut mengklaim tidak ada kematian dari 370 kasus.

Minimnya dampak fatal wabah COVID-19 di negara-negara ini menjadi tanda tanya dan misteri tersendiri mengingat negara-negara ini dekat dengan sumber penyebaran COVID-19, di Tiongkok, dan dekat dengan salah satu titik penyebaran besar saat ini, yaitu India.

Tidak dapat disangkal bahwa negara-negara tersebut banyak menyambut imigran atau pekerja asal Tiongkok, tetapi tidak ada kasus penyebaran melalui imigran ini. Bahkan lemahnya perbatasan di Myanmar dengan Tiongkok yang memungkinkan penyelundupan orang pun tidak memberi dampak.

Selain Vietnam dan Thailand yang memiliki sistem kesehatan yang memadai, negara Buddhis lain yang mayoritas negara berkembang harus diakui tidak memiliki kesiapan dalam sistem kesehatan. Sebaliknya negara-negara maju seperti Amerika Serikat dan negara-negara Eropa dengan sistem keamanan yang baik justru kewalahan dengan wabah ini.

Salah satu kecurigaan besar adalah negara-negara ini mengalami dampak kematian serius, tetapi tidak dilaporkan, dan pengujian sangat terbatas. Tetapi hal ini ditepis oleh sejumlah badan amal dan pakar kesehatan.

Seperti yang dilansir The Economist, Sabtu (11/7/2020), Frank Smithuis dari Medical Action Myanmar, sebuah badan amal dengan beberapa klinik di seluruh Myanmar, mengatakan bahwa jika ada transmisi berskala besar, organisasinya akan mengetahuinya. Katanya, tidak mungkin untuk menyembunyikan wabah COVID-19 terutama di Myanmar, negara yang menjadi perhatian dunia belakangan ini.

Para pakar di Kamboja, Thailand dan Vietnam tidak melihat bukti penularan yang meluas, seperti orang-orang yang dirujuk datang ke rumah sakit.

Lalu, apa yang menyebabkan negara-negara Buddhis tersebut hingga saat ini cukup sukses mengatasi wabah COVID-19? Apakah karena ada karma baik?

Jawaban Buddhis tentu saja karma baik memainkan peranan dalam kehidupan ini. Tetapi karma baik tidak selalu diartikan sebagai perbuatan baik masa lampau sebelum kehidupan ini, melainkan diartikan sebagai perbuatan baik yang dilakukan sekarang. Meskipun karma lampau juga mengondisikan keadaan seseorang, namun karma yang dilakukan sekarang bisa mengubah kondisi seseorang.

Lalu, karma baik apa yang dilakukan untuk menghindari wabah COVID-19? Karma baik atau perbuatan baik yang perlu dilakukan adalah menerapkan disiplin hidup bersih sesuai dengan protokol kesehatan. Seperti menggunakan masker, tidak hanya kita melindungi diri kita tetapi kita juga berbuat baik melindungi orang lain dengan tidak membuat diri kita menjadi pembawa virus dalam tubuh.

Bahkan negara-negara Buddhis yang kurang berkembang pun telah mengadopsi langkah-langkah yang pasti yang telah membantu memeriksa penyebaran virus corona.

Thitinan Pongsudhirak dari Universitas Chulalongkorn di Bangkok melaporkan bahwa para pekerja migran yang kembali dari Thailand ke desa mereka di Myanmar sering harus dikarantina selama 14 hari di sebuah gubuk di luar desa mereka.

Menurut para pakar kesehatan, faktor-faktor lain yang mungkin telah membantu negara-negara Buddhis dalam mengatasi pandemi ini termasuk tingginya jumlah orang yang tinggal di pedesaan daripada di kota-kota yang padat. Orang lebih cenderung hidup dengan kipas angin dan membuka jendela daripada menggunakan AC, jumlah usia muda yang relatif banyak dari wilayah tersebut; dan kecenderungan menggunakan masker yang sudah ada sebelumnya.

Selain itu juga mungkin ada unsur tradisi, yaitu beranjali (Thailand: wai), gestur tangan umat Buddhis dengan menyatukan, merapatkan telapak tangan di dada untuk memberi salam, ini dapat membantu menjaga jarak sosial alih-alih berjabat tangan.

Jadi, jika melihat karakteristik dan pola hidup umat Buddhis di negara-negara mayoritas Buddhis, minimnya dampak fatal COVID-19 mungkin tidak lagi menjadi misteri.

Namun, minimnya dampak fatal COVID-19 di negara-negara Buddhis perlu diwaspadai sehingga tidak terjadinya kelengahan yang berakibat buruk. Negara-negara Buddhis disarankan untuk menerapkan protokol kesehatan terutama saat peringatan hari-hari keagamaan yang mengundang kerumunan massa.[Bhagavant, 11/7/20, Sum]

Itulah tadi informasi dari situs judi online mengenai Misterius! Negara Buddhis Minim Dampak Fatal COVID-19 oleh - ajaranbuddha.xyz dan sekianlah artikel dari kami ajaranbuddha.xyz, sampai jumpa di postingan berikutnya. selamat membaca.

Posting Komentar

0 Komentar